Silahkan merindu .
Tapi jangan menunggu .
Rindu tak menunggu mu .
Sebab belum tentu dia tau kau sedang merindu .
Bukan soal boleh atau tak boleh .
Tapi soal pantas atau tak pantas .
Apakah pantas kau merindukan nya , memikirkan di setiap malam saat kau hendak tertidur?
Sedangkan dia tidak sama sekali memikirkan mu apalagi rindu padamu di setiap hari nya .
Ini menurut ku .
Rindu tak mungkin berkhianat .
Hanya saja terkadang terasa sakit jika tak berbalas .
Rintu tidak mungkin menyakiti .
Hanya saja sering kali kita menyakiti diri dengan merindukan orang yang salah .
Saat rindumu tak berbalas .
Jangan teruskan .
Jika rindumu menyakiti .
Jangan manangis .
Terus memperbaiki diri , menata hidup lagi .
Dan dia yang pantas buat mu akan hadir dan mendampingi .
Saat itulah waktu yang tepat untuk merindu .
Ku sebut dia jingga, menatap tajam kala langit bersiap menyaksikan mata hari berpamit kemarin sore . Pun mata mu yang meredup seiring waktu, dan mata ku yang semakin buta terhadap apa saja yang menyangkut tentang mu . Penulis mengubah kopi menjadi cerita, kata seorang penulis di akun Instagram pribadi nya . Aku mengubah canda menjadi air mata . Terdengar biasa? Memang, memang aku tidak ingin menghias kata - kata ku yang tadi . Bermain kata sama saja dengan bermain hati dan sudah pati ada logika di dalam nya . Jika logika ada, maka berpikir adalah cara terbaik untuk mengolah logika itu . Sayang nya, aku lebih suka membuat kata - kata ku lebih sederhana dari apa yang telah di ujar oleh logika ku . Sebab aku tidak suka berpikir keras hanya untuk kata - kata tentang mu ini . Yang pada akhir nya hanya akan menjadi sebuah postingan teratas di beranda blog ku dan menunggu waktu sampai aku lupa . Tersimpan di halaman belakang dan bahkan aku pun enggan untuk mencari nya . Lantas meng...
Comments
Post a Comment