ini tentang semua yang ada di pikiran ku .
tak merasa kah kau ada luka yang kau tinggalkan?
tak kah kau sadari aku disini sebisa mungkin untuk tak mengingat mu lagi?
berhari hari rasa itu tetap ada , melekat erat dan entah bagaimana melepas nya .
aku hanya ingin kau merasakan apa yang ku rasa saat ini .
kau tau apa yang tersulit bagiku?
bukan untuk mengucapkan selamat tinggal .
tapi untuk membiasakan diri .
kehilangan seseorang yang selalu membawa tawa dan bahagia setiap hari itu berat .
dan ... ya ..
ku rasa kau juga tau hal itu .
tapi bagaimana bisa kau tetap bersikap biasa seolah olah tak ada yang terjadi antara kita .
aku sangat berusaha dan lelah ..
hanya untuk melupakan sebuah nama , iya namamu ..
ini tak adil bagiku .
aku ingin tertawa seperti dulu .
tapi kau tau ? sampai detik ini pun aku belum bisa menemukan hari dimana aku bisa tertawa bahagia seperti dulu .
aku percaya ini yang terbaik tapi mungkin aku tak berharap sesakit ini rasa nya .
aku tau setiap temu mempunyai sahabat bernama pisah .
tapi aku tak berharap sepedih ini rasa nya .
dan aku bersahabat sepi sekarang ini .
aku bercerita banyak tentang mu pada nya .
dan kau tau? sepi sangat berbaik hati menemani ku setiap hari .
biarlah ku sendiri sampai saat nya tiba aku akan menemukan hari dimana aku bisa kembali seperti dulu .
dan aku percaya hari itu akan datang .
namun tak untuk sekarang.
Ku sebut dia jingga, menatap tajam kala langit bersiap menyaksikan mata hari berpamit kemarin sore . Pun mata mu yang meredup seiring waktu, dan mata ku yang semakin buta terhadap apa saja yang menyangkut tentang mu . Penulis mengubah kopi menjadi cerita, kata seorang penulis di akun Instagram pribadi nya . Aku mengubah canda menjadi air mata . Terdengar biasa? Memang, memang aku tidak ingin menghias kata - kata ku yang tadi . Bermain kata sama saja dengan bermain hati dan sudah pati ada logika di dalam nya . Jika logika ada, maka berpikir adalah cara terbaik untuk mengolah logika itu . Sayang nya, aku lebih suka membuat kata - kata ku lebih sederhana dari apa yang telah di ujar oleh logika ku . Sebab aku tidak suka berpikir keras hanya untuk kata - kata tentang mu ini . Yang pada akhir nya hanya akan menjadi sebuah postingan teratas di beranda blog ku dan menunggu waktu sampai aku lupa . Tersimpan di halaman belakang dan bahkan aku pun enggan untuk mencari nya . Lantas meng...
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete