manakala bimbang mendera
disaat hati bertanya tanya
akan hadirmu ..
sang bidadari yang akan hadir dalam hidupku nanti
tak henti nya hati ini menanti kehadiranmu
dlam doa lagi lagi ku mengharapkan mu setiap ucapanku
kau orang yang paling ku banggakan setelah ayah dan ibuku
tanpa rasa ragu ku terus membayangkan sosok mu yang mungkin terbaik pilihan dari sang penciptaku
kau cahya hati ..
pendamping hidupku kelak
tempat ku bersandar
tempatku bersyukur atas karunia sang pemilik hidup dan matiku
ku hormati engkau .
bidadari surga ..
dimanapun kau berada .
tanpa ku jelaskan pada siapa doa ini ku tuju
yang pasti untuk dia yang akan bersamaku sepnjang hidupku nanti
sang pendamping kala ku nahkodai bahtera kehidupan
penenang tatkala hti ini gelisah
sepucuk anganku
bahagia bersama mu
tak banyak pintaku
temani aku , tetaplah bersamaku
aku akan setia di sampingmu selama nya
Ku sebut dia jingga, menatap tajam kala langit bersiap menyaksikan mata hari berpamit kemarin sore . Pun mata mu yang meredup seiring waktu, dan mata ku yang semakin buta terhadap apa saja yang menyangkut tentang mu . Penulis mengubah kopi menjadi cerita, kata seorang penulis di akun Instagram pribadi nya . Aku mengubah canda menjadi air mata . Terdengar biasa? Memang, memang aku tidak ingin menghias kata - kata ku yang tadi . Bermain kata sama saja dengan bermain hati dan sudah pati ada logika di dalam nya . Jika logika ada, maka berpikir adalah cara terbaik untuk mengolah logika itu . Sayang nya, aku lebih suka membuat kata - kata ku lebih sederhana dari apa yang telah di ujar oleh logika ku . Sebab aku tidak suka berpikir keras hanya untuk kata - kata tentang mu ini . Yang pada akhir nya hanya akan menjadi sebuah postingan teratas di beranda blog ku dan menunggu waktu sampai aku lupa . Tersimpan di halaman belakang dan bahkan aku pun enggan untuk mencari nya . Lantas meng...
Comments
Post a Comment