Hirup udara segar , menghampiri sisi samudra yang di sebut pantai ..
Melihat ikan ikan berlindung dari deras nya ombak fajar ..
Menunggu matahari menaiki tangga menuju sibggahsana nya ..
Berharap penuh cemas , hari ini akan bahagia ..
Perlahan terasa sekali dingin nya angin pantai menyapu butiran pasir ..
Pandangan ku terus memandabg di sebrang ada seorang wanita ..
Beruntaian rambut nan indah..
Melambaikan tangan nya seolah menyapa ..
Sayup terdengar suara teriakan nya ,,
Tapi ternyata hanya halusinasi ku saja ..
Karena terlalu rindu ..
Sampai ...
Mata pun tak sanggup melihat kenyataan yang ada ..
Ku sebut dia jingga, menatap tajam kala langit bersiap menyaksikan mata hari berpamit kemarin sore . Pun mata mu yang meredup seiring waktu, dan mata ku yang semakin buta terhadap apa saja yang menyangkut tentang mu . Penulis mengubah kopi menjadi cerita, kata seorang penulis di akun Instagram pribadi nya . Aku mengubah canda menjadi air mata . Terdengar biasa? Memang, memang aku tidak ingin menghias kata - kata ku yang tadi . Bermain kata sama saja dengan bermain hati dan sudah pati ada logika di dalam nya . Jika logika ada, maka berpikir adalah cara terbaik untuk mengolah logika itu . Sayang nya, aku lebih suka membuat kata - kata ku lebih sederhana dari apa yang telah di ujar oleh logika ku . Sebab aku tidak suka berpikir keras hanya untuk kata - kata tentang mu ini . Yang pada akhir nya hanya akan menjadi sebuah postingan teratas di beranda blog ku dan menunggu waktu sampai aku lupa . Tersimpan di halaman belakang dan bahkan aku pun enggan untuk mencari nya . Lantas meng...
Comments
Post a Comment