pena malam ini tak setebal kemarin .
mungkin mulai habis tinta di dalam nya .
sampai ia tak mau lagi menuliskan kata kata dari dalam otak ku .
mungkin juga ia enggan membahas nya lagi .
selama ini dia setia , menemani dalam setiap kata yang ia gurat pada selembar kertas .
bibir ku diam tapi hati dan pikiran ku tidak .
mereka bekerja hampir setiap waktu untuk tidak berangan tentang mu lagi .
yah , sedikit lengah maka aku akan kembali teringat .
dan itu sangat tak nyaman .
hanya membuat gundah dan bahkan mengundang air mata .
entah mengapa bisa begini .
andai saja waktu dapat terulang sekali saja .
aku akan memilih menghindarimu daripada harus tersiksa oleh rasa yang tak jelas ada nya .
entah bermuara dimana .
entah dari mana asal nya .
yang jelas ia menyerang hati .
meski bukan secara fisik tapi secara rasa .
dan rasa itu adalah rasa sakit .
dan jika kau pahami sakit itu terasa tak begitu perih tapi sesak .
mengganjal dan entahlah apa yang ku rasa saat ini .
ini semua aneh dan terulang setiap hari .
sekilas sepele tapi tak sesepele yang terlihat .
rasa ini pelik dan mencekik .
mencabik setiap jengkal hati yang masih saja mengingat mu .
aku tak ingin terlalu jauh lagi tertarik pada suasana ini .
tapi aku juga tak tau bagaimana cara keluar dari suasana ini .
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment