izinkan aku menatap mu sekali lagi , sekali saja sebelum kau pergi hilang dalam tatapan ku .
setelah kau pergi , yang ku pandang seolah kau berjalan dengan rambut panjang yang terurai indah tertiup angin dan kau terus melangkah menjauh hingga kau entah kemana hanya jalan lurus dengan pepohonan yang amat rindang di kedua sisi jalan tersebut.
air mata terbendung di kelopak mata , secara perlahan mengalir melewati pipi ku .
tak apa jika kau pergi , tapi jangan pergi dengan seperti ini .
tak masalah jika kau pergi tetapi ragamu masih nyata bisa ku lihat .
tapi jangan seperti ini , ku mohon ini semua hanya mimpi.
kau tak pergi bukan? cepat bilang jika kau hanya pergi sementara , katakan jika kau akan kembali lagi .
aku mohon ...
kembalilah , itu bukan jasad mu! , itu bukan ragamu! itu bukan kamu tidak mungkin kau pergi secepat ini .
aku .. aku rindu suara mu .
rindu candaan dimana kamu bisa tertawa di sampingku .
tak semesti nya ini terjadi ..
tuhan , kembalikan dia .. jangan ambil dia dariku .
aku mohon kembalikan dia .. kembalikan ..
kembalikan tuhan .. aku sayang dia ..
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment