malam ini aku terbangun dari tidurku.
terasa ada yang mengusik nalarku.
dan berusaha membangunkan ku dari mimpi.
saat ku buka mata perlahan .
disaat itu aku mulai bimbang , antara air mata atau senyuman untuk melupakan.
sungguh abu-abu rasa ini.
berkecambuk rasa dalam hati dan pikiranku.
seolah olah tak henti berdebat antara logika dan khayalan.
ketika pikiranku berkata , lanjutkan saja ambil hati nya lagi.
di saat yang sama perasaan ku menyahut , tak kah kau rasakan pedih nya mencintai dia. saat kau sendiri , dia diam tak melihat bahkan tak sudi melirikmu lagi.
hati dan pikiranku berada pada waktu yang tak sama.
hingga khayalanku terbang jauh ke masa lalu.
dimana indah nya ku rasakan cinta.
ketika daun gugur menjadi alas yang nyaman untuk bercanda.
tak sama hal nya seperti saat ini .
daun gugur itu hanya menjadi pendukung kesenduanku saja .
sebatas jatuh di depan mataku .
dan aku berdiri di banyak nya daun daun yang berjatuhan tersebut.
sedikit angin bertiup menyampaikan kalau aku telah kembali melangkah mundur.
dan ia mendorongku untuk melihat jauh ke depan.
ada bunga yang menunggu ku petik.
buanglah semua foto kenangan tentang nya.
bakar semua memori hujan atau malam yang dingin.
karena melupakan saja tak mampu menahan rindu dan air mata .
maka aku akan hilangkan kau dari pelipis mata.
hingga tak tersisa lagi bekas jari jarimu di sela jariku.
hingga lenyap sudah bayang wajahmu dalam kornea mataku.
hilangkan saja.
hilang .
hilanglah .
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment