semakin ku merasakan alunan sendu saat biola mulai menangis , saat itu juga semakin aku semakin ingin pergi .
semakin lama semakin mendesak dan membuat sesak .
semakin ku diam semakin terasa tekanan demi tekanan yang terus datang dan datang lagi.
terkesan semakin tak berguna dan dianggap tak ada arti lagi layak nya sampah.
tak di hargai layak nya tak ada.
tak dilihat layak walau di depan mata nya.
inikah yang banyak di bicarakan orang?
benarkah ini titik terendah dalam hidup?
sepahit inikah kenyataan nya?
inikah yang harus aku jalani..?
satu pertanya dalam hati..
mengapa?
bahkan terlalu banyak kata (mengapa) dalam hati ini.
kecewa?
sudah pasti ..
kecewa pada diri sendiri.
kecewa pada kenyataan yang harus di jalani.
ingin lari dari semua ini. tapi sulit rasa nya bila berpikir 2 kali.
atau memang tak ada jalan lain selain hadapi?
walau mungkin aku tak sanggup.
jika ku anggap semua baik saja ..
tetap terasa ..
jika ku rasakan semua nya ..
terlalu sesak yang ku rasa .
aku tak tau harus bagaimana.
entah kapan berakhir nya .
jika bisa ku ingin tidur sampai semua berakhir .
dan terbangun dengan hidup yang lebih nyaman.
dan itu hanya sebuah angan yang tak akan pernah terjadi.
bahkan bila aku bermimpi demikian itu hanya semata mata sarana untuk melupakan walau sejenak.
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment