Saat menggunakan tinta .
Bukan gambar yang tergambar.
Bukan kata kata palsu yang tertulis.
Bukan juga kisah detik demi detik yang tercerita.
tetang hati ..
Seluruh nya tentang cinta.
Saat kaki bersedia berjalan beriringan.
Hingga lembayung jingga mengganti tugas matahari.
Sampai rembulan meneruskan memberi sinar di malam hari.
Ketika pagi menyapa .
Fajar membangunkan raga dari mimpi.
Meniupkan ruh ruh kesejukan.
Embun embun jatuh membasahi dedaunan yang baru terbangun dari ketandusan.
Serupa hujan di musim kemarau.
Sampai matahari mengusir fajar untuk pergi.
Mulailah terasa sengatan melukai pori.
Begitu cinta datang , ia juga bisa pergi.
Setiap yang hadir pasti bisa pergi.
Hanya sejati.
Yang tetap setia.
Bagai bulan dan bintang .
Mereka sejati. Tapi tidak mungkin menjadi bintang atau matahari.
Cukup menjadi cinta yang sejati.
Dengan cinta . hari hari nya terasa ringan.
Dan lewati lembayung jingga . menatap bulan dan matahari sampai menemani sang fajar di setiap pagi menjelang menjadi lebih lama.
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment