Mengerti , menetes lara .
Cemas , menanti Harap yang tak tau akan sampai atau tidak.
Memutar sugesti .
Merajut harapan harapan yang semu.
Seakan akan ini sia-sia.
Tapi aku tetap menunggu .
Entah sampai kapan ini akan terjadi .
Sampai kapan terus terulang .
Semakin ku berkata aku bisa lupakan nya .semakin terasa pula sakit nya merindu.
Mungkin melupakan bukan jalan yang terbaik.
Tetapi mengenangpun bukan hal yang mudah untuk di ingat.
Karna terlalu banyak luka yang teringat .
Terlalu banyak rasa sakit yang di bebankan pada hati yang tak seberapa kuat ini.
Pernahkah ada sedikit rasa rindu .
Pernahkah ada sedikit rasa ingin bertemu di benak mu.
Walau sepintas saja .
Sesentipun aku tak melupakan mu.
Sebab sudah ku katakan , melupakan bukan jalan terbaik.
Aku selalu mengingat . walau itu melukai diriku sendiri.
Tapi aku terima semua luka itu .
Tak usah ditanya lagi seberapa sakit yang ku rasa
Mungkin hanya sedikit rasa pedulimu.
Lebih dari cukup luka yang kau beri.
Terimakasih atas semua nya .
Karena mu aku tau aku tak cukup pantas untuk mencinta atau dicintai.
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment