Rengkuhan sejuk embun mengucap selamat pagi .
Menyapa mengalir di sisi pelipis mata.
Tak ubah hatiku . Masih seperti dulu.
Merasakan rengkuhan dalam dekapmu.
Tenangkan jiwa ku ini .
Perasaan yang abadi .. menggugah istirahat sang nestapa .
Akan adanya cinta sejati antara dua hati .
Samar terdengar suara tetsan air .
Air mata yang perlahan habis terkuras bagai hujan yang deras .
Membawa harapan sang pelangi akan datang
Mengumbar warna warni pada semua orang.
Pudar perlahan samar terhapus sinar sang matahari .
Embun perlahan pergi menguap menjadi asap.
Pertanda kesejukan itu akan hilang . Atau pergi meninggalkan kesejukan dalam ingatan.
Here to stay ..
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment