Jika ku menjerit , tak terasa lega bahkan sesak yang melanda
dalam dada , aku harus pergi namun arah pun tak mau memberi tujuan kemana aku
harus pergi, aku ingin berlari namun kaki tak sanggup bahkan untuk melangkah .
aku ingin berteriak namun bibir ini bisu , ingin ku mendengar alunan simfoni
hitam mengalun layu bagai mawar putih terinjak menangis sendu tak ada yang mau
mendengar. Ikan indah berenang melambaikan sirip kecil nya. Seakan memberi arti
. aku harus pergi mencari cahaya hijau di balik kabut samar seperti asap yang
perihkan mata ini , jika dari mata turun kehati , mengapa aku tak dapat
menggenggam sebuah hati . kalau saja indah tak dapat pudar . tapi apa? Apa yang
ku dapat? Hanya jerit , teriak , menangis berujung sepi terpaku pada sebuah
suasana tak menentu . menjerit menjerit di hadapan air terjun tak terdengar
sama sekali jeritanku redam oleh suara air yang jatuh tepat pada sebuah batu
yang terkikis sama mengangis seperti aku dan hati yg tertanam dalam jiwa
kesepian , mencari sebuah teman tak perlu tambatan hati. Jika saja hati ini
mampu menghalau semua sepi , memacu jantung ini agar dapat memberi getaran
adrenalin untuk berlari menjauh dari sepi , ingin ku berada pada dingin nya
angin puncak ketimbang harus tersiksa menahan diri mendustai hati berkata aku
masih kuat , jika saja bibir ini tersenyum manis otak dan hati berontak merasa
dirinya tak di anggap sebab senyuman itu teriakan ku tangisku bahkan jeritan
keras yang hanya aku yang tau.
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment