maaf kalo selama ini aku banyak berbuat salah padamu satu tahun tujuh bulan memang bukan waktu yang singkat , banyak kenangan yang sudah kita lalui senangku canda dan tawaku bahkan sedih duka dan tangisku pernah ku lewati bersama mu. tapi satu yang tak mungkin saat ini , aku tak mungkin kembali padamu aku tak mungkin bersama lagi dengan mu , setelah semua yang kita lewati , au tak sanggup untuk melupakan nya namun aku harus mengubur nya dalam dalam biarlah hanya menjadi cerita bukan nyata , seandai nya saat itu kau tak membuatku marah ini semua takan terjadi , mungkin ini yang terbaik tapi satu yang harus kau ingat saat itu aku datang menemuimu tepat di saat umur mu 17 tahun , kita lelah bersama karena berjalan kaki seharian , aku masih ingat saat itu wajah mu terlihat sangat lelah , hingga pada akhir nya kita perpisah di sebrang jalan dan saat iku aku terus memperhatikan mu dari dalam bus hingga kau tak terlihat lagi , dan itu kali terakhirku melihat mu , kitaa berjumpa untuk yang terakhir kali nya , maafkan aku yang tak bisa memberikan mu apa apa dan kini biarlah aku bersama kekasihku yang baru dan kau harus membiarkan kenangan itu hanya menjadi suatu kenangan yang akan menjadi cerita saat kita dewasa dan bila kita bertemu nanti , aku takan lupa tapi aku hanya mengenang tak selalu ku ingat ,inilah akhir dari semuanya kita telah berpisah biarlah tetap terpisah selamat menjalani hidup tanpa aku selamat menikmati hidup baru mu semoga kau mengerti dengan keadaan ini dan aku yakin ini yang terbaik untuk kau dan aku.
Tak banyak kata yg bisa ku ungkap . Sudah lelah hati ini letih . Terlalu jauh ku berlari hingga lupa arah kemana aku harus pulang . Aku muak dengan semua janjiku sendiri . Aku benci dengan keadaan ini . Satu kali aku meneteskan air mata beribu ribu jeritan dalam jiwa. Ku ratapi dengan senyuman palsu . Bahkan jika itu adanya aku akan terus tersenyum di depan yg lain. Hari itu tak ingin ku ingat . Terlalu kelabu samar bayangan kesedihan . Sudah cukup semua itu hilang. Lenyap bagai tak ada yg peduli . Walau nyatanya pahit ini yg harus ku hadapi . Aku sanggup memang walau harus merangkak menerjang badai yg terus menerpa . Hingga akhir nya aku berhasil dengan seluruh luka .harapan yg hilang semua yg pergi dan hingga ku menemukan harapan yg baru . Inilah harapanku dialah dirimu.
Comments
Post a Comment